Jumat, 27 Maret 2009

Sahabat Itu...

Hari gini gak punya sahabat? Manusia purba kaleee... Gak mungkinlah ada orang yang bisa hidup tanpa sahabat alias sohib. Sahabat itu ga mesti manusia kok. Intinya, sahabat itu adalah seseorang atau apapun yang kita anggap paling ngertiin kita dan gak bakal menghianati kita. Ada yang menjadikan orang tua, saudara, hewan peliharaan, boneka kesayangan, atau bantal butut peninggalan sejarah kelahiran sebagai sahabat.


Selalu ada dalam masa senang maupun susah. Tetapi, tentu saja persahabatan yang sehat adalah persahabatan yang terjalin di antara manusia. Dalam persahabatan ini, terkadang kita suka salah mengartikannya dan kita juga terjebak dalam persahabatan yang gak sehat. Emang ada ya yang kayak gitu? Ya jelas ada lah... segala hal di dunia ini pasti memiliki dua sisi, hitam dan putih. Lalu bagaimana cara membedakannya? Yuk kita bahas!
Keep kompak
Yang namanya sahabat biasanya ke mall bareng pakai baju yang matching atau punya makanan favorit yang sama atau mungkin hobi yang sama. Setiap orang selalu menyukai persamaan bukan? Apakah itu salah? Tidak ada yang salah selama masih dalam batasan yang wajar dan positif. Kalau sohib kamu suka belajar dan sebagai sahabat merasa harus kompak pinternya, maka kamu akan terpacu untuk belajar juga. Begitu pula kalau kamu satu tim dengan sohib di tim basket sekolah atau tim cheerleader, pastinya harus kompak dong. Pokoknya selama arahnya positif dan membawa kemajuan atau peningkatan positif dalam hidupmu, tidak ada salahnya kompak-kompakan sama sohib. Lain halnya, kalau kamu punya sohib yang ternyata tukang nyontek. Mungkin dia emang hebat banget, tiap kali nyontek gak pernah ketahuan and selalu mengunakan trik-trik yang unik, udah gitu hasilnya ok punya, nilainya bagus terus. Ya iyalah, nyontek gitu loh! Jangan karena dia sohib kamu, trus kamu jadi ikut-ikutan mempelajari jurus-jurus jitu menyontek dan mempraktekkannya. Mungkin kamu jadi hebat dalam hal menyusun strategi, tetapi tanpa kamu sadari kamu sedang sedang menjerumuskan diri dalam jurang kebodohan dimana hampir seluruh bangsa Indonesia sudah terjebak di dalamnya. Kamu itu generasi penerus bangsa, harus belajar untuk pintar dan bukan hanya untuk memperoleh nilai. Mungkin kamu mendapat tekanan dari orang tua. Papa dan mama ga mau beliin kamu Hp kalau kamu ga dapet ranking di sekolah, sedangkan hari gini mana ada anak sekolah yang ga punya Hp. Pikirmu, gengsi dong. Dan kamu akhirnya nyontek. Jangan gitu dong... maksud orang tuamu itu baik. Mereka mereka menggunakan Hp sebagai pemicu kamu untuk belajar lebih giat, bukan untuk nyontek. Ketika kamu berusaha nyontek, ingatlah bagaimana orang tuamu menaruh harapan padamu. Kalau sampai mereka tahu kamu dapet nilai bagus karena nyontek mereka pasti kecewa banget. Sebagai seorang anak kita gak bisa membalas semua kebaikan orang tua kita yang telah merawat kita sedari kecil. Satu-satunya yang bisa kita berikan adalah prestasi kita yang bisa membuat mereka bangga. Intinya, this is your life! Jangan sampe terpengaruh sama sohib yang suka nyontek. OK?
Ada contoh lain nih. Ketika sohib kamu dikeroyok orang, jangan sampe kamu terpancing emosi trus main tawuran aja. Hari gini masih tawuran? Gak jaman kalee... Pikirkan dengan kepala dingin apa masalahnya sampai dia bisa dikeroyok, mungkin saja sohib kamu yang salah. Meskipun bukan dia yang salah, tawuran bukanlah solusinya. Mengapa? Karena jika kamu melakukannya maka kamu sama saja seperti manusia purba yang taunya cuma perang doang. Perang tidak akan menyelesaikan masalah tetapi menambah korban. Sebagai generasi penerus bangsa yang hidup di jaman modern, masa kamu mau dibilang manusia purba ma bule-bule karena taunya adu otot doang. Ya gak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Welcom To Boedy Blog