Selasa, 31 Maret 2009

Dunia Magic

Hai Semuanya....
Salam Magic..
kali ini saya ingin mengulas mengenai Magic. karena Magic ini adalah sebuah hal yang sangat saya sukai. nah.., langsung adjha..
ini adalah website para magician di Indonesia yang saya miliki..
1. Master Magician Indonesia
Deddy Corbuzier

Selengkapnya...

Jumat, 27 Maret 2009

Persiapan Menghadapi Ujian

untuk seluruh siswa kelas 3, khususnya siswa-siswi SMP 6 Jember, tentunya di saat-saat seperti ini, kalian pasti merasa agak takut dan berdebar-debar. karena tidak lama lagi, kita akan menghadapi Ujian. nah,.. untuk mengatasi masalah "Cemas" yang kita miliki, sebaiknya kita lebih banyak istirahat dan melatih mental kita agar nantinya kita tidak merasa Ragu lagi. karena perasaan yang tidak karuan ini tentunya akan merusak daya pikir atau konsentrasi yang kita miliki. tapi ya jangan terlalu banyak istirahat..


ntar malah gak bisa Belajar donk..!! hehe.. makanya, kita harus pintar mengatur jadwal kegiatan sehari-hari. kebiasaan yang buruk, seperti bermain dan lain-lain, mending dihilangin aja dech.. Lebih baik Belajar daripada bermain. tapi, ya jangan terlalu banyak Belajar terus.. ntar bukannya ikut Ujian, malah Stress nihh.. haha.. ya pokoknya, kita Belajar, tapi jangan cuma mbaca aja. kita juga harus berlatih mengerjakan soal-soal terutama soal yang sekiranya sulit kita kerjakan. terus juga diiringi dengan Do'a dan Ibadah.. makanya, buat kalian yang gak pernah Sholat, mending tobat mulai sekarang aja dech.. karena Tuhan itu gak mungkin langsung ngabulin permintaan kita.. makanya,.. kita perlu berusaha dan memohon mulai sekarang.. Pasti kalian semua udah bisa kan caranya Sholat..?? masa' udah kelas 3 SMP masih gak bisa Sholat..!! Wah.. Parah banget tuhh.!! haha..terus, cara yang mungkin dapat membantu kalian adalah,.. tanya aja tentang soal-soal yang mungkin sulit bagi kalian ke teman-teman kalian yang sekiranya lebih mengerti dan lebih Smart alias Pintar.. Udah.. pokoknya Rileks n selalu Yakin aja.. pasti kita Bisa.... Okey..??!!
Selengkapnya...

Kekerasan Fisik

kekerasan fisik ialah kontak fisik yang diberikan pada seseorang yang menyakiti dan bersifat kepada pengerusakan fisik.
Seperti misalnya, dipukul, dipukul membuat korban merasakan sakit dan berdampak megatif terhadap orang tersebut. Biasanya kekerasan fisik berlandaskan ketidaksenangan atau kebencian atau timbulnya rasa marah terhadap orang yang mengalami kekerasan fisik .
Dampak berikutnya dapat menimbulkan kebencian atau permusuhan antara pelaku dengan korban.


Biasanya kekerasan fisik merupakan pelampiasanemosi atau amarah dari pelaku. Mungkin disebabkan korban yang berbuat salah sehingga menyebabkan pelaku menjadi marah, namun salah disini sangat relatif. Bergantung pada penilaian pelaku, menganggap apa yang dilakukan korban salah atau tidak. Tetapi tak jarang korban hanya sebagai pelampiasan amarah pelaku terhadap sesuatu, dan kekerasan fisik ini merupakan bentuk ketakberdayaan peaku menempatkan emosinya. Dalam hal ini korban merupakan orang yang tak berdaya atau pelaku mempunyai kuasa yang lebih tinggi dari pelaku, sehingga pelaku menjadi objek kekerasan fisik.
Ketika kekerasan fisik dibudidayakan, kekerasan fisik dapat menjadi penyelesaian dari suatu masalah bagi korban atau pelaku. Padahal masalah seharusnya disikapi dengan bijak agar dapat diperoleh pembelajarannya, ada kalanya dalam mendidik dilakukan kontak fisik. Kontak fisik yang bagaimana? kontak fisik yang mendidik, bertujuan untuk memberikan pembelajaran pada korban, membuat jera tetapi tidak mengakibatkan pengerusakan fisik.
Selengkapnya...

Sahabat Itu...

Hari gini gak punya sahabat? Manusia purba kaleee... Gak mungkinlah ada orang yang bisa hidup tanpa sahabat alias sohib. Sahabat itu ga mesti manusia kok. Intinya, sahabat itu adalah seseorang atau apapun yang kita anggap paling ngertiin kita dan gak bakal menghianati kita. Ada yang menjadikan orang tua, saudara, hewan peliharaan, boneka kesayangan, atau bantal butut peninggalan sejarah kelahiran sebagai sahabat.


Selalu ada dalam masa senang maupun susah. Tetapi, tentu saja persahabatan yang sehat adalah persahabatan yang terjalin di antara manusia. Dalam persahabatan ini, terkadang kita suka salah mengartikannya dan kita juga terjebak dalam persahabatan yang gak sehat. Emang ada ya yang kayak gitu? Ya jelas ada lah... segala hal di dunia ini pasti memiliki dua sisi, hitam dan putih. Lalu bagaimana cara membedakannya? Yuk kita bahas!
Keep kompak
Yang namanya sahabat biasanya ke mall bareng pakai baju yang matching atau punya makanan favorit yang sama atau mungkin hobi yang sama. Setiap orang selalu menyukai persamaan bukan? Apakah itu salah? Tidak ada yang salah selama masih dalam batasan yang wajar dan positif. Kalau sohib kamu suka belajar dan sebagai sahabat merasa harus kompak pinternya, maka kamu akan terpacu untuk belajar juga. Begitu pula kalau kamu satu tim dengan sohib di tim basket sekolah atau tim cheerleader, pastinya harus kompak dong. Pokoknya selama arahnya positif dan membawa kemajuan atau peningkatan positif dalam hidupmu, tidak ada salahnya kompak-kompakan sama sohib. Lain halnya, kalau kamu punya sohib yang ternyata tukang nyontek. Mungkin dia emang hebat banget, tiap kali nyontek gak pernah ketahuan and selalu mengunakan trik-trik yang unik, udah gitu hasilnya ok punya, nilainya bagus terus. Ya iyalah, nyontek gitu loh! Jangan karena dia sohib kamu, trus kamu jadi ikut-ikutan mempelajari jurus-jurus jitu menyontek dan mempraktekkannya. Mungkin kamu jadi hebat dalam hal menyusun strategi, tetapi tanpa kamu sadari kamu sedang sedang menjerumuskan diri dalam jurang kebodohan dimana hampir seluruh bangsa Indonesia sudah terjebak di dalamnya. Kamu itu generasi penerus bangsa, harus belajar untuk pintar dan bukan hanya untuk memperoleh nilai. Mungkin kamu mendapat tekanan dari orang tua. Papa dan mama ga mau beliin kamu Hp kalau kamu ga dapet ranking di sekolah, sedangkan hari gini mana ada anak sekolah yang ga punya Hp. Pikirmu, gengsi dong. Dan kamu akhirnya nyontek. Jangan gitu dong... maksud orang tuamu itu baik. Mereka mereka menggunakan Hp sebagai pemicu kamu untuk belajar lebih giat, bukan untuk nyontek. Ketika kamu berusaha nyontek, ingatlah bagaimana orang tuamu menaruh harapan padamu. Kalau sampai mereka tahu kamu dapet nilai bagus karena nyontek mereka pasti kecewa banget. Sebagai seorang anak kita gak bisa membalas semua kebaikan orang tua kita yang telah merawat kita sedari kecil. Satu-satunya yang bisa kita berikan adalah prestasi kita yang bisa membuat mereka bangga. Intinya, this is your life! Jangan sampe terpengaruh sama sohib yang suka nyontek. OK?
Ada contoh lain nih. Ketika sohib kamu dikeroyok orang, jangan sampe kamu terpancing emosi trus main tawuran aja. Hari gini masih tawuran? Gak jaman kalee... Pikirkan dengan kepala dingin apa masalahnya sampai dia bisa dikeroyok, mungkin saja sohib kamu yang salah. Meskipun bukan dia yang salah, tawuran bukanlah solusinya. Mengapa? Karena jika kamu melakukannya maka kamu sama saja seperti manusia purba yang taunya cuma perang doang. Perang tidak akan menyelesaikan masalah tetapi menambah korban. Sebagai generasi penerus bangsa yang hidup di jaman modern, masa kamu mau dibilang manusia purba ma bule-bule karena taunya adu otot doang. Ya gak?
Selengkapnya...

Masa Pubertas...

Masa ini disebut juga masa remaja awal, dimana perkembangan fisik mereka begitu menonjol. Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga bahwa hal itu menunjukkan bahwa ia memang bukan anak-anak lagi. Pada masa ini, emosi remaja menjadi sangat labil akibat dari perkembangan hormon-hormon seksualnya yang begitu pesat. Keinginan seksual juga mulai kuat muncul pada masa ini. Pada remaja wanita ditandai dengan datangnya menstruasi yang pertama, sedangkan pada remaja pris ditandai dengan datangnya mimpi basah yang pertama.


Remaja akan merasa bingung dan malu akan hal ini, sehingga orang tua harus mendampinginya serta memberikan pengertian yang baik dan benar tentang seksualitas. Jika hal ini gagal ditangani dengan baik, perkembangan psikis mereka khususnya dalam hal pengenalan diri/gender dan seksualitasnya akan terganggu. Kasus-kasus gay dan lesbi banyak diawali dengan gagalnya perkembangan remaja pada tahap ini. Di samping itu, remaja mulai mengerti tentang gengsi, penampilan, dan daya tarik seksual. Karena kebingungan mereka ditambah labilnya emosi akibat pengaruh perkembangan seksualitasnya, remaja sukar diselami perasaannya. Kadang mereka bersikap kasar, kadang lembut. Kadang suka melamun, di lain waktu dia begitu ceria. Perasaan sosial remaja di masa ini semakin kuat, dan mereka bergabung dengan kelompok yang disukainya dan membuat peraturan-peraturan dengan pikirannya sendiri
Selengkapnya...

Welcom To Boedy Blog